Monday, 23 January 2017

SULTAN HAMID II..

Titik nadir perjuangan seorang revolusioner..


 Dengan paras ganteng, keturunan arab-melayu-turki, siapa yg tak mengenal sultan hamid al kadrie, sultan pontianak.. sekitar tahun 1945-1950.. peranan nya dalam diplomasi indonesia bisa di bilang penting, walau mungkin tertutup dengan peristiwa yg lain. Banyak yg bilang, sang sultan ini beda banget sama sultan2 yg lain, apalagi sultan jawa. Sultan hamid, lebih menginginkan indonesia berbentuk federal. Melalui BFO bijenkomst federale overleg, yg di ketuai nya., negara bentuk federal, lebih cocok di terapkan di indonesia yg berbentuk kepulauan. Dengan beragam budaya yg berbeda, dan yg paling krusial, adalah masalah sentralisasi yg berujung kemakmuran wilayah yg tidak merata. Ini masalah yg kita hadapi hari ini.. sultan hamid, menginginkan indonesia merdeka dan tetap merdeka.. itu suatu keharusan. Banyak yg menuduh nya, antek belanda. Mengingat posisi nya yaitu sebagai penasehat pribadi ratu belanda. Sebuah posisi terhormat bagi seorang pribumi.

Tahukah anda? beliaulah yg mendesain lambang negara, burung garuda.. sebuah sayembara yg diadakan kementrian negara. Menyisihkan karya muhammad yamin. Tp seakan hal tersebut tidak di ingat.. justru yg di ingat adalah tuduhan subversif, sebagai dalang dari serangan brutal pasukan ratu adil pimpinan kapten raymond westerling. Yg rencana nya akan membunuh menteri2 yg sedang rapat. Beliau diadili dengan hukuman 10 tahun, potong masa tahanan, Dan sisa hidup nya lebih memilih negeri belanda sampai akhir hayat.. Namun di makamkan di pontianak, kalimantan barat


Untuk info selanjut nya, silahkan anda membaca pledoi pembelaan dari sultan hamid II. Di sidang tahun 1953. Dengan jaksa penuntut umum R soeprapto. Dan ketua sidang wiryono prodjodikoro.. Di situs http://istanakadriah.blogspot.co.id

CREDIT VIDEO/HAK CIPTA : ARSIP NASIONAL RI

No comments:

Post a Comment