Thursday, 26 January 2017

DJAKARTA 1966..




SUPERSEMAR MORAT MARIT..

     Tuntas juga penasaran saya, setelah hampir 12 tahun mencari film ini. Di mulai sekitar tahun 2014-2015, 3 kali saya menyambangi perpusnas salemba. Punya hobi baca dengan kantong ngenes. Ya kemana lagi kalau bukan ke perpustakaan atau toko buku. Seperti banyak orang yg lahir jauh setelah tahun 1965. Dan selalu penasaran tentang apa yg terjadi, dalam geger sejarah terbesar setelah revolusi 45. Saya merasa sangat senang ketika mendapat copy film ini di yutup. Ingat ketika dulu, di perpusnas, saya di interogasi habis2an. Karena mencari data2 soal DN aidit, PKI, buku2 nya, AD/ART, artikel, kliping koran dan segala tetek bengek nya. Sebab nya saya bukan anak kuliahan apalagi peneliti sejarah. 

      Kembali ke film djakarta 1966. Tidak banyak yg bisa saya katakan, dari sisi awam penikmat film. film ini benar2 di buat secara serius, detail terasa, suasana tahun 1960-an akhir, dengan segala kekacauan ekonomi dan politik, begitu jelas di gambarkan. Persis seperti film pemberontakan G30S/PKI. Film berbiaya besar dan di sokong penuh oleh negara. Jelas tidak bisa di lihat secara objektif, dari sisi sejarah. Tentu sangat tidak mudah ,menggambarkan situasi carut marut negeri dengan durasi hampir 2,5 jam. Film yg menceritakan sejarah lahir nya supersemar, di tunjang secara apik melalui 2 tokoh sentral, pak Karno (di perankan secara mantabs oleh budayawan Umar Kayam) Dan jenderal soeharto (amoroso katamsi). Mungkin yg perlu kita perhatikan di sini, menurut saya.. Karena akting mereka terlalu bagus, jangan sampai terlena jika ini film propaganda. Dari beberapa film dokumenter, yg saya lihat. Memang begitulah suasana djakarta tahun segitu. Istana di kepung mahasiswa.

      Bentrok antar pendukung soekarnois dan mahasiswa2 anti komunis. Kesatuan KAMI, KAPPI, dll. dan kampus UI, sekali lagi menjadi awal mula pergerakan mahaiswa, Yg terus menuntut lengser nya pak karno. Topik utama soal SUPERSEMAR pun, di tampilkan se ada nya.. Ya seperti di buku2 sejarah umum orde baru. Di sini lah masalah nya. Sebagai mantan penggemar sejarah, tentu tidak bisa kita menjustifikasi berbagai pihak. Tp bukan berarti menerima begitu saja. Bahkan pernah ada yg bilang, pak karno dalam todongan senjata dalam menandatangani SUPERSEMAR. Pintar nya orde baru dalam membuat film patut di acungi jempol. Halus sekali dalam menjatuhkan nama sukarno. Seperti contoh di bagian akhir, di ceritakan, pak karno pada akhir nya "ngamandito" yg bisa di artikan, mendekatkan diri pada Tuhan, istilah nya lengser keprabon, dan melepaskan segala urusan duniawi. Padahal kita tau gmana nasib pak karno selanjut nya. Terlepas ini film propaganda yg bagus.. Tidak ada salah nya anda melihat film ini, mumpung belum di blokir. Susah kalo nanti hilang lagi.. Harus ke SINEMATEK dah.. 😁😁😁

FYI : ternyata, suara pemeran sukarno, bukan lah suara asli Umar Kayam. tetapi di dubbing, dubber nya Abdi Wiyono. 

courtesy : youtube/sinematek

No comments:

Post a Comment