Tentu saya tidak berkompeten membahas pengetahuan sejarah mendalam seperti ini. Tetapi Sebagai mantan penggemar sejarah, tentu bolehlah saya ber opini tentang orde baru. Orde yg banyak di bilang sebagai orde paling sadis yg pernah ada di indonesia. Apalagi kalau bukan soal PKI, dan kontroversi nya, presiden soekarno, dan tentu saja penindasan terhadap kebebasan dan kritik. Tp tentu jangan kita lupakan, banyak pula sebagian rakyat yg kangen dengan masa pak harto sebagai lambang orde baru. Masa harga beras murah, minyak murah, semua serba murah.. (Bahkan nyawa juga murah..!!). Jadi apapun itu, mari hargai sejarah dengan bijak.
Mari perhatikan cuplikan video sejarah di atas dengan seksama, ketika mayjend amir machmud, selaku pangdam jaya, memberikan keterangan pers soal nasib presiden soekarno . Terlihat jelas dari susunan kalimat nya, bahwa usaha menurunkan pak karno dari kursi presiden adalah dengan mekanisme MPRS, karena sejati nya, presiden adalah mandataris MPR dan bertanggung jawab kepada MPR selaku lembaga wakil rakyat. Sekilas memang benar, tp bagaimana cara menurunkan pak karno, benar2 sudah dirancang sedemikian rupa. Sangat brilian untuk ukuran politik. Orde baru, menggunakan alasan tuntutan ekonomi, dan rakyat yg menginginkan perbaikan signifikan. Akhir 1965 sampai hampir sepanjang tahun 1966. Jakarta tiada hari tanpa demo. Baik itu dari pro sukarno (sukarnois) dan anti sukarno. Mahasiswa terus menuntut tritura. Dan kesempatan yg baik bagi kubu jenderal suharto dalam manuver2 politik selanjut nya..
Mayjend amir machmud, putra cimahi kelahiran 1923 ini, mempunyai karir panjang sebagai prajurit tempur. Dimulai dari KNIL tepat nya di dinas topografi, walau gak sempat belajar karena jepang keburu datang, kemudian komandan batalyon PETA. karir nya semakin moncer, setelah di tunjuk jadi komandan2 wilayah, seperti lambung mangkurat kalimantan selatan, pangdam brawijaya, kemudian pangdam jaya.. Banyak yg berpikir, beliau menjalankan politik 2 muka. Yaitu sebelum coup, amir machmud sangat dekat dengan sukarno. Perlu di ingat, pak karno masih mempercayai amir sebagai pangdam jaya. Bukan tanpa alasan jenderal suharto mengutus amir machmud, basuki rachmat, dan m jusuf, ke istana bogor, meminta surat perintah khusus. Ya karena ke tiga jenderal itu, memang dekat dengan pak karno. Tp sejarah tentu berkata lain. Amir machmud di kenal sebagai buldozer. Tukang gusur, mereka2 yg masih pro orde lama.. Sebuah julukan yg tidak main2
sumber video :/istimewa
No comments:
Post a Comment